Kategori
Uncategorized

Ladang Minyak Menjadi Masalah Bagi Australia dan Timor Leste?

Kalian ingat Timor Leste? Ya, Timor Leste pernah menjadi bagian dari Indonesia sebagai salah satu Provinsi bernama Timor Timur. Timor Timur bergabung dengan Indonesia pada tahun 1976 sebagai provinsi ke-27, dan merdeka akibat perang saudara di tahun 2002. Timor Timur yang saat itu sudah merdeka dari Indonesia mengganti nama menjadi Timor Leste dan menguasai garis laut yang membatasi Timor Leste dengan Indonesia dan Australia.

Konflik Timor Leste Dengan Australia

Negara yang terpecah dari Indonesia ini beberapa saat sedang mengalami konflik kecil dengan Australia akibat Minyak. Memang untuk kasus ladang minyak atau gas dirasa cukup sensitif untuk beberapa negara yang memiliki lahan sumber daya bumi tersebut. Meskipun Australia dan Timor Leste sedang mengalami beberapa konflik akibat hal terdsebut, namun tidak dipungkiri hubungan kedua negara ini masih dekat.

Awal permasalahannya adalah terdapat banyak perundingan yang menyatakan bahwa negara Australia terlalu banyak mengambil untung ladang minyak dan gas yang berada di sekitar Laut Timor. Masalah lainnya adalah pada saat Perdana Menteri Scott Morrison hadir di Dili, Ibukota Timor Leste. Warga Timor Leste menuntut Perdana Menteri Australi tersebut untuk membebaskan warga Timor Leste yang telah mengungkap mata-mata Australia kepada Timor Leste.

Namun hal-hal tersebut tidak menjadikan Timor Leste bertengkar hebat dengan negara Australia. Itu semua mereka tahan karena sejarahnya dulu, Autralia lah yang membantu Timor Leste untuk merdeka dari Indonesia. Adapun alasan karena Negara Australia berjasa dengan mengirimkan pasukan misi INTERFET (International Force for East Timor) yang menghentikan perang saudara yang terjadi di Timor Leste sesaat setelah pemungutan suara Kemerdekaan.

Kedatangan Menteri Australia Untuk Menyepakati Batas Maritim Dengan Timor Leste

Kehadiran Perdana Menteri Australia, Scott Morrison ke Dili saat itu adalah untuk membuat kesepakatan batas maritim yang berada ditengah kedua negara tersebut. Tidak lupa juga tentang pembagian pendapatan hasil minyak dan gas untuk keduanya.

Kesimpulan yang admin Verbrau Cherrunde tarik adalah adanya kemungkinan besar apabila tidak dibuatnya kesepakatan batas maritim yang baru maka akan membuat kedua negara ini bertengkar hebat. Sedangkan Timor Leste sendiri tidak menginginkan hal itu terjadi untuk negara tetangganya yang tercatat memiliki banyak jasa untuk kemerdekaan negara Timor Leste.