Kategori
Teknologi

Pangkas Banyak Biaya Listrik

Pangkas Banyak Biaya Listrik – Mirza Roland sukses menciptakan pembangkit listrik tenaga magnet yang diklaimnya murah dan mudah. Padahal inovasi ini mulanya dibuat Mirza sebagai kerja sambilan judi slot online  semata di pada kesibukannya sebagai pengusaha.

Alhasil, sepanjang 12 th. inovasi berikut sempat terbengkalai. Namun, sesudah melihat keadaan ekonomi Indonesia yang tengah sulit hingga cost listrik konsisten membebani masyarakat, Mirza bertekad meneruskan pekerjaannya itu. Akhirnya terciptalah ELMA 3 atau elektronik magnetik hasil desain ketiga pria 45 th. ini yang dapat menghasilkan listrik hingga 4.800 watt. Penasaran dengan ELMA 3 karya Mirza yang dapat meringankan beatagihan listrik itu? Simak wawancara KORAN SINDO dengan anggota Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) itu.

A Bisa diceritakan inovasi yang Anda menciptakan itu? Saya sebabkan pembangkit listrik tenaga magnet. Alat ini dapat bekerja sebagai motor maupun generator. Pembangkit listrik kanada banyak. Ada yang memanfaatkan tenaga uap, diesel, gas, dan segala macam, itu termasuk termasuk sumber bahan bakar. Nah, alat ini sebagai mesin termasuk dapat menjadi bahan bakar dari segi elektromagnetik. Ini dapat menjadi motor penggerak. Dengan motor bergerak itu, alat ini dapat disalurkan ke generator utama.

Bisa ke pompa air, berkenan ke generator listrik termasuk bisa, cooling systematau freezerjuga. Kegunaan sebagai motor maupun generator, apabila untuk rumah disambungkan generator untuk pengadaan listrik. Terakhir, aku cobalah wattnya 4.800 dan tengah aku cobalah jadi tiga kali lipat. ELMA 3 cocok digunakan untuk segala lapisan. Namun, aku tidak bermain didalam kapasitas besar, walau secara teori bisa. Biar saja para perusahaan besar bermain pada level tersebut. Kira-kira beratnya kira-kira 20 kg. Tidak benar-benar besar, dapat disimpan di rumah tanpa membutuhkan daerah yang besar. Dapat pula dibawa oleh kru televisi yang tengah bertugas di lapangan.

Bagaimana mulanya Anda terpikir untuk sebabkan inovasi ini? Pada 2004, aku iseng saja sambil bekerja. Lagi membangun rumah, lantas berpikir bagaimana langkah sebabkan sehingga di rumah aku dapat menyalakan AC sepanjang 24 jam. Ditambah dengan alat elektronik lain, seperti microwave, kulkas, televisi yang lebih dari satu, dan lain-lain, namun tidak berkenan bayar listrik mahal.

Akhirnya, aku cobalah sebabkan alat sederhana dari magnet. Selama 12 th. perjalanannya, aku konsisten mencoba. Saya bukan peneliti yang punyai fasilitas penelitian lengkap. Kalaupun tersedia bahannya, waktu dicoba lagi, sering gagal, namun konsisten aku mencoba. Saya termasuk bukan ahli teknik listrik, namun soktahu menjadi teknisi listrik. Saya senantiasa studi tentang listrik. Ini telah desain yang ketiga dengan banyak gagalnya. Sampai sekarang tetap banyak pembaruan yang dilakukan, seperti energi akan aku jadi sehingga cakupannya jadi besar. Apa tantangan dari pengerjaan alat ini hingga memakan waktu 12 tahun? Tantangan terbesar, yaitu waktu.

Kebetulan aku pemimpin perusahaan dengan ratusan karyawan. Terkadang seminggu tersedia waktu atau sebulan tidak tersedia mirip sekali. Pernah termasuk 2,5 th. tidak dikerjakan lagi alat ini. Baru setahun terakhir dikarenakan melihat ekonomi yang tengah sulit, cost listrik konsisten naik, akhirnya aku tekadkan melanjutkan inovasi ini. Teman-teman aku telah bertanya kapan diselesaikan http://www.verbraucherrunde.net/.

Bahkan di pada mereka telah menjadi waiting listuntuk punyai ELMA 3, jumlahnya menggapai 32 orang. Tapi, aku katakan, sesudah dicoba di workshopakan dicoba pernah di rumah aku untuk mewujudkan dambaan aku sepanjang ini. Jadi teman-teman Anda telah memesan alat ini. Apakah sesungguhnya Anda telah berkhayal sehingga inovasi ini dapat dijual pada masyarakat umum?

Dalam perjalanannya banyak permintaan dari segi ekonomi dan komersial. Contohnya banyak rekan aku menghubungi, beri tambahan kabar jikalau banyak lokasi di pegunungan yang tidak tersedia listrik. Ada rekan aku punyai storage freezersampai ratusan dan mendambakan dibantu sehingga lebih irit pengeluarannya.

Termasuk {{beberapa|sebagian|lebih dari satu}|sebagian|lebih dari satu} rekan mendambakan menolong desa-desa tertinggal yang belum tersedia listriknya. Sebagai pengusaha aku telah berkhayal masalah komersial. Kita mesti punyai tes penjualan dulu. Bagaimana garansinya dan jikalau membuat komersial mesti dibuat banyak. Sementara sekarang aku baru membuat ini sendiri dari koil, digulung sendiri. Butuh tenaga lain yang dapat sebabkan ini secara massal sehingga seluruh permintaan dapat terpenuhi. Bagaimana tes penjualan dikerjakan dan di mana rencananya alat ini akan mulai dicoba?

Sebenarnya aku mendambakan segera menerapkannya sesudah Lebaran. Saya mendambakan pasang di sebuah desa di Yogyakarta. Saya mendambakan tepat kegunaan sehingga lebih banyak dipakai dan bermanfaat. Proses tes dikerjakan dengan menguji pada sebuah rumah yang menyalakan listrik 24 jam sepanjang dua minggu. Setiap tiga jam kita melihat output-nya, itu namanya performing test. Ini termasuk akan dikerjakan di Jakarta. Keunggulan ELMA 3 ini dapat dikatakan dikarenakan murahnya? Soal harga per unit belum dapat aku pastikan dikarenakan sesungguhnya belum masuk step komersial. Saya dapat katakan murah dikarenakan secara cost operasi nyaris nol lantaran bebas energi, tidak mesti bahan bakar.

Selain itu, alat ini tidak membutuhkan perawatan yang banyak, apalagi mahal. Perawatannya hanya dengan meminyaki geartiap {{beberapa|sebagian|lebih dari satu}|sebagian|lebih dari satu} bulan sekali dan ubah carbon brushyang telah aus tiap {{beberapa|sebagian|lebih dari satu}|sebagian|lebih dari satu} th. sekali. Semua itu harganya pun tidak cukup dari Rp50.000. Baterai yang bagus dapat tahan 20-25 tahun. Biaya investasinya per KW paling murah dari pembangkit listrik lain.

Magnetnya saja yang mesti dibeli dari Rusia dan China dikarenakan belum tersedia industri magnet di Indonesia. Kendala di Indonesia termasuk sulit memperoleh barang-barang yang kualitasnya bagus. Saya telah cobalah beli {{beberapa|sebagian|lebih dari satu}|sebagian|lebih dari satu} barang dari China, seperti inverter, alternator, dijamin cepat rusak. Itu memotivasi aku didalam pengembangan nantinya, untuk sebabkan invertersendiri, lowRPM, generator sendiri. Bagaimana dengan hak paten. Apakah Anda telah mengurusnya? Hak paten sesudah Lebaran barangkali akan aku buat.

Tapi, di Indonesia masalah inovasi dan inventionini belum siap, benar-benar banyak politisasi. Saya dapat dibilang fobia juga. Bisa dibilang begitu, dikarenakan kadang waktu bangsa kita belum siap pada inovasi. Karya inovasi ialah sebuah proses, kegagalan itu biasa. Seperti contohnya tersedia inovasi mobil listrik, lantas jadi dipolitisasi. Saya ini kan pihak swasta, penelitian pun dari kocek sendiri, dikerjakan sendiri. Bagaimana pendapat

Anda tentang pemerintah didalam mengapresiasi para inovator?

Maksud saya, politisasi itu orangorang belum siap sadar prosesproses dari inspirasi hingga pengerjaannya hingga kalkulasi. Bagaimana coba lantas gagal, bagaimana mempertanggungjawabkan sebuah budgetuntuk produksi. Contohnya seperti anak kecil yang sebabkan listrik dari pohon kedondong. Justru bagi aku yang harta karun itu bukan kedondong, namun anak kecilnya. Mungkin inovasinya itu tidak dapat dikembangkan secara ekonomis, namun kita melihat potensi yang tersedia didalam diri anak SD tersebut.

Dia punyai passionbesar pada dunia penelitian. Dari segi ekonomi banyak yang bilang tidak mendukung, namun bukan itu yang dibahas. Kita mesti melihat bagaimana anak SD itu punyai jiwa inovator. Ini harta karun besar yang dimiliki bangsa kita. Apa pesan Anda untuk inovator muda? Jaga konsisten passionyang kamu miliki, jikalau gagal konsisten coba. Kegagalan bukan hanya dari segi teknis, nonteknis termasuk banyak. Kendala pasti banyak dari segi finansial, bahan penelitian, apa pun.

Pokoknya kita jangan mudah menyerah. Apa harapan Anda?

Harapan aku Indonesia lebih siap dengan inovasi sehingga orang-orang yang punyai passiondi dunia inovasi ditampung. Ada apresiasi. Jangan hingga diapresiasi oleh negara luar. Saya kira nanti jikalau anak kecil itu lima hingga sepuluh th. lagi misalnya, telah direkrut negara lain. Kita menyesal. Apresiasi tidak melulu materi. Apresiasi itu bagaimana menghargai hasil karya tanpa meminta apapun. Masyarakat Indonesia jangan ragu untuk melaksanakan penelitian dikarenakan telah banyak lembaga yang memfasilitasinya seperti LIPI dan BPPT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *